Nila Goreng Bumbu Kuning

Sewaktu berbelanja di supermarket idola, kami, saya tepatnya menemukan seonggok ikan nila yang sudah disiangi. Tiba-tiba terbersit ide, bagaimana kalau kita makan ikan buat menu makan malam? Oke, saya belum pernah memasak ikan, ikan mentah. Kalau makan sih sudah sering, tapi kalau mengolah dari nol (baca : mentah), jangan ditanya … karena memang belum pernah, LOL. Menu ini menjadi tantangan baru dan ‘harus’ siap dieksekusi. Saya sedikit bingung dengan tata cara memasak ikan ini. Ibuk, kalau memasak ikan, biasanya dengan cara direbus dengan kuah berbumbu yang sangat mendidih, dan bagian alasnya dialasi dengan potongan lengkuas yang diiris tipis-tipis. Beda lagi dengan kakak dan kakak ipar saya, mereka memasak dengan metode yang lebih praktis. Ikan tinggal dilumuri bumbu, diamkan beberapa jam, lalu goreng. Hasilnya ? sama-sama enak wkwkwkw.
Tapi dengan perbedaan metode ini, sebenarnya ada kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jika direbus dulu, resiko ikan yang lengket di wajan akan semakin besar dan tentu saja membutuhkan waktu dan tenaga lebih lama karena waktu merebus harus hati-hati agar tidak gosong, tapi soal rasa, bumbu bisa lebih meresap kebagian yang sulit dijangkau (baca : kepala ikan). Jika kita memilih untuk memarinasi, memang akan sangat praktis karena tinggal dilumuri, lakukan aktivitas lainnya, saat jam makan tinggal goreng. Tapi resikonya adalah, kadang bagian kepala ikan tidak bisa menyerap bumbu sempurna jadi ada sedikit aroma amis atau rasa yang aneh saat dimakan. Tentu saja bagi penggemar ikan, mungkin itu bukan masalah besar, but…jujur, hidung saya sedikit terlalu sensitif, jadi biasanya saya skip memakan kepala ikan jika dimasak dengan cara seperti ini.

Nila goreng bumbu kuning ala dapur percobaan

Sesuai dengan tema blog ini, kali ini saya akan memasak ikan dengan metode coba-coba dan resep ala kadarnya. Mari langsung saja kita menuju ke proses membuat :

untuk 2 orang
Bahan :
  1. 2 ekor ikan nila ukuran kecil/sedang
  2. 2 siung bawang merah
  3. 3 siung bawang putih
  4. 1/2 sdt merica
  5. 1/2 sdt ketumbar
  6. 1 ruas jahe (+/- 1cm)
  7. 1 ruas kunyit (+/- 1cm)
  8. 1 sdm garam
  9. 1 sdt gula jawa sisir
  10. 2 butir asam jawa
  11. 1 helai serai
  12. 1 ruas lengkuas (+/- 3cm)
  13. penyedap rasa/kaldu bubuk secukupnya (jika perlu)
  14.  10 – 15 lembar daun salam segar
  15. 250ml air
Cara membuat :
  1. Bersihkan ikan, lumuri dengan garam, gosok-gosok perlahan lalu bilas hingga bersih, buat dua buah sayatan di bagian kanan dan kiri ikan, sisihkan.
  2. Haluskan bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, merica dan ketumbar. Usahakan agar bumbu benar-benar halus, tambahkan garam dan gula serta asam jawa dan sedikit air (kurang lebih 1 sdm).
  3. Bagi bumbu menjadi 2 bagian.
  4. Rebus bumbu dengan sisa air, tambahkan lengkuas, serai dan 2 lembar daun salam, koreksi rasa, jika perlu tambahkan penyedap rasa/ kaldu bubuk, sisihkan dan tunggu hingga mendidih.
  5. sementara menunggu air mendidih, ambil ikan yang sudah dibersihkan, dan lumuri dengan sisa bumbu. Masukkan juga ke bagian dalam ikan yang bisa dijangkau, diamkan sekitar 15 menit.
  6. Dengan menggunakan wajan yang agak tebal, tata sisa daun salam di dasar wajan, dan taruh ikan di atasnya, tutup ikan dengan sisa daun salam jika ada.
  7. Tuang ikan dengan kuah panas, rebus kembali selama 1 jam atau sampai kuah menyusut dalam keadaan tertutup rapat.
  8. Matikan api, tunggu hingga dingin, dan goreng dengan minyak hingga kering atau sesuai selera.
  9. Usahakan sisi ikan yang terendam minyak matang sempurna, lalu balik, agar ikan tidak hancur/remuk.
Catatan :
  1. Saya menghaluskan bumbu menggunakan food chopper. Hasilnya, bumbu Masih terasa kasar dan tidak menghasilkan aroma yang maksimal.
  2. Garam yang dipakai agak kebanyakan, atau mungkin saya merebus terlalu lama, dua duanya bisa jadi yang bikin daging terasa sedikit keasinan.
  3. Terlalu banyak memasukkan bumbu ke dalam kepala ikan, kalau saja bumbunya halus, itu tidak jadi masalah, tapi karena bumbu yang saya buat masih kasar, akhirnya tidak matang sempurna didalam.
  4. Saya menggoreng dengan minyak sedikit, karena takut kolesterol. Tapi jika ingin hasilnya garing dan renyah, sebaiknya ikan tenggelam saat digoreng dan menggunakan api sedang saja. Atau, bisa juga digoreng dua kali. Tapi saya tidak menjamin kandungan gizinya akan masih sama atau malah berkurang karena diproses terlalu lama.
Selamat mencoba.
Resep hasil kreasi sendiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *