Seputar Dapur Percobaan

Memasak merupakan sebuah proses belajar. Belajar mengatur waktu agar efisien dan tepat waktu. Apalagi jika masih memiliki balita, segala sesuatunya harus cepat dan tepat, karena tidak semua balita sabar menunggu, karena tidak semua balita mau menemani kita memasak.

Memasak juga membutuhkan ketepatan pengelolaan keuangan. Kita harus bisa menaksir pengeluaran yang diperlukan untuk membeli bahan makanan agar cukup selama satu bulan dan tentu saja harus sesuai dengan selera mulut penghuni rumah.

Memasak juga berarti kita sedang belajar tentang estetika rasa dan penampilan. Tentu kita tidak mau ‘kan, sudah capek memasak tetapi reaksi yang kita terima datar-datar saja. Apalagi kalo ternyata rasa masakan dianggap kurang enak, nah bagian yang ini … kalau tingkat kesadaran masih bagus, bisa ‘lah diterima dengan lapang dada, tapi ┬ándak janji kalo emosi jiwa sedang meledak-ledak … ada┬ápiring terbang melayang keseluruh penjuru rumah wkwkwkwk (lebay).

Terus, apa hubungannya dengan dapur percobaan? Ndak ada … hahaha. Tapi garis besarnya sih, website ini membahas seputar resep, eksekusi dan hasil masakan, jadi masih agak sedikit nyambung kan ya? Memasak dengan resep yang ada dan sama persis, menurut saya pribadi, itu sedikit susah ya. Tidak semua peralatan dan bahan yang dipakai bisa sama persis. Kami, kakak beradik, berbekal resep dan bahan yang sama, warisan ibuk-pun, hasil masakan kami bisa dibilang beda. Entah penampilan, entah rasa, pokoknya ada yang beda, walau beberapa orang bilang rasanya sama, tapi tetep, ada bedanya.

Disinilah fungsi dapur percobaan. Kita mencatat semua uji coba dari yang kecil-kecilan hingga yang heboh, biar tahu, apa sih bedanya, ada efeknya ndak sih? dst. Sebut saja ini proses belajar dan membentuk pengalaman. Agar tidak hilang, ndak ada salahnya to, kalau kita saling berbagi. Nah, jangan ragu-ragu untuk meninggalkan catata (baca:komen) dan boleh-lah kalau mau berbagi tips. Kami sangat mengapresiasi.

Udah bosen baca panjang lebar? Sama… saya juga sudah bosen ‘ngetik. Cukup sekian perkenalan dengan dapur percobaan. Mari kita berkembang bersama-sama, menjadi manusia yang lebih baik lagi, amin.

Salam hangat, Dapur percobaan.